Seorang Seniman

Seorang Seniman

Menulis tidak lepas dari ide. Dan bagi sebagian orang, mencari ide yang menurutnya nonjok tidak selalu gampang, bahkan untuk menulis kalimat pertama sekalipun, atau justru yang pertama ini yang paling susah. (Saya ngabisin 10 menit melakukan ritual nulis-delete untuk kalimat ini). Sayangnya memang nggak ada jurus khusus buat urusan yang satu ini, nggak seperti kita sakit kepala, nelen satu tablet panadol, tiduran bentar, terus esoknya sehat seperti semula. Ide seperti jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. Bisa aja nongol dipikiran di waktu yang paling nggak keren dalam hari kita : Buang air besar.

Jadi kapan waktu terbaik untuk menulis? I dunno. Sampai saat ini saya belum menemukan formula pastinya. Ada yang bilang ide itu ditunggu. Ada yang bilang ide itu dibiasakan. Tapi satu hal yang pasti, kita tidak bisa terus-menerus mencentuskan sebuah ide secara konsisten, karena kita manusia. Bukan robot. Mungkin bakal ada suatu periode di mana kita menghadapi jalan buntu, blank. Bahkan duduk di toilet lamaan pun nggak banyak membantu. Dan benak imajiner saya mulai berharap : I wish soon they invent a mind alarm ,  sebuah alarm yang bakal bunyi kalau ide kita sudah matang di otak. Nggak usah pusing kalo begitu ceritanya.

Tapi, semakin menyelami diri saya, semakin saya tahu bahwa..

Saat saya mengemudikan mobil dengan baik, mengikuti rute jalan yang sudah tertanam di alam bawah sadar, tapi dalam hati melafalkan kata-kata yang akan kugunakan.

Saat saya menonton TV, menatap kosong dialog para artis sinetron, tapi pikiran semakin sibuk merangkai kalimat-kalimat terjujur saat itu.

Saya saya masih tersadar, melek tanpa minum kopi,  walau jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi , dan mendapatkan diri masih setia mendengar kreativitas hati ini

Saat saya menikmati semua momen yang datang, saat itulah waktu terbaik untuk menuangkan ide ke sebuah media. Saat itu saya merasa sejenak bertransformasi menjadi seorang seniman. Seorang seniman.. (dadakan)

Related posts:

  1. So I Win in a First Try..
  2. Jangan Latah !
  3. My Happiness Trigger
  4. Ketika Piala Dunia Menjadi Prioritas
  5. Hadiah Waktu

40 Comments

  1. waktu buat nulis yg pas yaitu ketika pemikiran itu muncul secara spontan,…

  2. Waktu tepat untuk nulis? Gampang. Yaitu ketika ada waktu untuk menulis dan ada ide untuk dituliskan. :D
    Kalo bertanya waktu buminya, mungkin ketika otak fresh, pagi2. ^__^
    asop´s last blog ..Balada Mahasiswa #7 My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Switch to our mobile site