Saya (memang) Suka Politik
Beberapa bulan belakangan ini berita di TV lagi banyak-banyaknya dan entah kenapa saya lagi suka juga buat ngikutin semua isu tersebut. Intinya, Metro TV have became my new best friend lately.
Saya melihat berita-berita akhir-akhir ini tidak kalah menariknya dibandingkan dengan sinetron-sinetron SCTV dan RCTI. Apalagi kalau kalian juga ngikutin, pasti bisa langsung tahu tokoh-tokoh utama dibalik isu tersebut. Sebut saja Ruhut Sitompul di pansus Century yang ga henti-hentinya bikin panas telinga orang. Kalau anggota lain boleh teriak, mungkin mereka sudah bilang ,”Duh.. si Poltak bikin PUSING aku.. PUSING aku..”
Tapi, ternyata Pansus Century masih kalah kocak dibandingin sama Sidang Paripurna. Siapa lagi aktor yang paling disorot kalau bukan seorang pria yang KATANYA pakar telematika ternama, Roy Suryo. Kalau kata teman saya gayanya mirip Tarzan DPR, pake teriak-teriak “Huuuuuuuuuuu….. Huuuuuuuuuuu…..” Udah itu ngupil pula. Dohh !! Kata yang bersangkutan, apa yang dilakukannya di sidang hanya karena dinamika politik. Tiap orang punya perannya masing-masing. Saya langsung berpikir, apa bung Roy dapatnya peran figuran yah?! Kok skenarionya cuman “Huuuuuuuuu Huuuuuuuu”. (Aniway , si doi sepertinya marah karena foto nya waktu ngupil disebar-sebarin. Saran saya, pelakunya ngaku aja sebelum di upilin.) *ngacir
Thanks to this Century case also, sekarang ini kata “permakzulan” jadi ngetrend banget buat diucapin. Masyarakat dan Mahasiswa-mahasiswa yang rajin demo jadi sering berteriak “MAKZULKAN BOEDIONO DAN SRI MULYANI !” secara terus-terusan. Saking ngetrend nya, saya jadi takut ibu-ibu yang beli sayur di pasar juga ikut-ikutan.
Ibu : bang, kangkung nya dua ikat berapaan?
Abang penjual sayur : Cuman Rp 8.000 aja bu seikat. Buat ibu Rp 15.000 aja dua ikat.
Ibu : Busyett !! Mahal amat bang jualannya! Makzulkan dikit donk !! (baca : turunin)
————-
Dua hari yang lalu Presiden SBY mengumumkan suatu berita yang membuat Sebagian besar masyarakat Internasional boleh berbangga sama Indonesia. Yes, I think most of you already know. Teroris yang paling dicari di Asia dan pelaku bom bali episode 1 , Dulmatin telah mati tertembak. Waktu saya dengar berita ini, perasaan saya langsung bercampur-aduk. Sebagai seorang masyarakat, saya senang salah satu ancaman negara kita telah dilenyapkan, tapi tetap masih ada hal yang mengganjal. I ask myself, apa kita sudah sampai di titik di mana masyarakat menyambut positif kematian seseorang. It’s weird, isn’t it? Yah memang dia adalah seorang teroris, tapi terasa aneh saja pembunuhan menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan, bahkan berhak mendapat tepuk tangan meriah, walaupun yang dibunuh adalah seorang pembunuh juga.
Well.. apapun yang terjadi, selalu ada hikmah dibalik musibah. Terlepas dari efek negatif dari kisruh politik dan isu-isu lain yang bermunculan, semua hal tersebut membuat saya menyadari sesuatu. It makes me realise how much I love politics, love following the unressolved issue, how they answer the problem, and many more detail stuff I do really love. Saya akan akui, saya memang suka politik, terlepas dari betapa buruknya anggapan orang terhadap politisi Indonesia. Karena itu, jangan kecewakan rakyatmu yah pemerintah. We put our faith in you.
Oke, I have written long enough. Here is my last word on this post :
Selamat tinggal Pansus Century.. Selamat tinggal Dulmatin.. Selamat tinggal upil Roy Suryo.. Selamat datang kasus-kasus berikutnya.
(Image dipinjam dari : zcache)
Related posts:
41 Comments





saya juga suka, tp kdang enek juga keseringan liat berita politik yang suka korupsi
unksenna´s last blog ..bisnis agen pulsa elektrik murah